Home / Kegiatan / survei-pelingkupan-perikanan-di-koridor-pangkajene-kepulauan

Survei Pelingkupan Perikanan di Koridor Pangkajene Kepulauan

Ditulis oleh Admin | 11 April 2022

0 Comments

Koridor Pangkajene Kepulauan (Pangkep) adalah sebutan bagi Kepulauan Sabalana, yang terletak di antara Selat Makassar dan Pulau Sumbawa. Wilayah ini sangat penting secara ekologi sebagai jalur migrasi hiu, penyu dan daerah penangkapan ikan untuk perikanan kakap, kerapu, tuna, dan hiu, dengan hasil tangkapan yang melimpah. Koridor Pangkep juga merupakan wilayah prioritas di wilayah Wallacea dan diduga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Salah satu tantangan pengelolaan kawasan konservasi di Kepulauan Sabalana adalah masih adanya praktek-praktek penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bom, bius dan kompresor. Untuk menjawab tantangan tersebut, setidaknya ada dua upaya yang perlu menjadi prioritas dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di Kepulauan Sabalana, yaitu (1) memperkuat peran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi, dan (2) menurunkan ancaman terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

Survei pelingkupan karakteristik perikanan tangkap dilakukan untuk memperoleh informasi dasar mengenai kondisi perikanan di desa lokasi intervensi, yaitu Desa Sailus Besar, Desa Kapoposang Bali, dan Desa Setanger, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan metode wawancara responden dan observasi lapangan selama kurang lebih dua minggu pada bulan Januari 2022.

Hasil survei pelingkupan perikanan menunjukkan bahwa kegiatan perikanan tangkap di ketiga desa tersebut didominasi oleh nelayan skala kecil. Jenis ikan yang menjadi target tangkapan nelayan adalah kelompok ikan karang dan demersal, dan ikan pelagis besar. Pada saat pengoperasian alat tangkap, terkadang terdapat jenis biota langka, terancam punah, dan dilindungi, yang tidak sengaja tertangkap, seperti penyu. Penyu yang tertangkap biasanya dikonsumsi pribadi. Daerah penangkapan ikan tersebar di sekitar perairan Kecamatan Liukang Tangaya, dekat dengan lokasi fishing base nelayan karena armada yang digunakan berukuran dibawah 5 GT. Jejaring pemasaran ikan di Desa Sailus Besar, Desa Kapoposang Bali, dan Desa Setanger dimulai dari nelayan yang menjual ikan ke pengumpul lokal di masing-masing desa, yang selanjutnya dijual ke pasar lokal di Sumbawa dan beberapa masuk rumah makan. Jenis-jenis ikan tertentu yang memenuhi kualitas ekspor akan masuk ke pengepul besar di Labuhan Lombok dan Sumbawa, atau disalurkan ke perusahaan, untuk kemudian dikirim ke Taiwan dan Singapura. Hasil kajian dari informasi yang sudah dikumpulkan selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan skema pengumpulan data fish landing serta menentukan jenis ikan prioritas dan ekonomis penting yang akan dimonitoring di lokasi intervensi.


Berikan Komentar

Bagikan